Lopis Raksasa dan Tadisi Syawalan Di Pekalongan

Lopis Raksasa dan Tadisi Syawalan Di Pekalongan

Setiap tanggal 8 Syawal, atau setelah melaksanakan enam hari puasa syawal, Masyarakat Krapyak membuat lopis super besar yang akan dijadikan menu “open house” lebaran.

Sebuah lopis raksasa yang berhasil dimasak tahun ini memiliki berat 1.206 kilogram, dengan bulatan sepanjang 237 sentimeter, dan memiliki tinggi 195 sentimeter. Sebuah ukuran raksasa untuk sebuah jajanan tradisional bernama lopis.

Lopis sendiri berbahan baku beras ketan, sehingga memiliki daya rekat yang kuat. Filosofi merekatkan kekeluargaan ini pula yang coba diusung oleh tradisi yang bermula sekitar 162 tahun yang lalu ini. Pada tahun 1855, KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan Kyai Bahurekso, seorang perwira Kerajaan Mataram yang ditugaskan di wilayah Pekalongan, menggelar pertama kali hajatan Syawalan ini.

Pada saat itu lopis merupakan suguhan utama bagi para tamu open house. Sedangkan prosesi pemotongan lopis raksasa dimulai pada tahun 1956 oleh Rohmat yang merupakan kepala desa Krapyak saat itu.

Lopis raksasa ini dibungkus menggunakan daun pisang yang diikat dengan tambang. Karena berukuran super besar, untuk memasaknya menggunakan dandang raksasa dengan penanganan khusus.

Lama perebusannya bisa mencapai lima hari lima malam untuk menghasilkan lopis yang benar-benar matang dan tidak bercerai-berai. Pada Tahun 2002, lopis raksasa ini masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia, dan rekornya biasanya akan dipecahkan kembali oleh lopis raksasa tahun berikutnya yang berukuran lebih besar.

Karena saking besarnya, untuk mengangkatnya ke lokasi pemotongan bahkan diperlukan penanganan khusus dengan menggunakan crane. Pada saat prosesi pemotongan berlangsung, ribuan masyarakat dari luar desa, bahkan dari luar kota Pekalongan hadir khusus untuk mendapatkan potongan kue lopis raksasa ini.

Acara syawalan dengan kue lopis raksasa ini bahkan telah menjadi agenda wisata tahunan Kota Pekalongan sejak Tahun 1970.

Setelah doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama islam, Lopis Raksasa dipotong oleh Walikota Pekalongan dan kemudian dibagi-bagikan kepada ribuan pengunjung Syawalan yang hadir. Selain lopis raksasa, masyarakat Krapyak juga menyediakan makanan ringan dan minuman secara gratis kepada para pengunjung.

Pada acara tersebut masyarakat juga menggelar hiburan, pentas seni serta aneka perlombaan untuk memeriahkan Syawalan. Puluhan balon plastik beraneka warna juga dilepaskan ke angkasa untuk memeriahkan suasana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5B3EE8CA50191