Wishnutama Paparkan Keadaan Pariwisata Terdampak Pandemi Corona

Dalam sebuah webinar yang diadakan Indonesia Tourism Forum, Jumat (15/5/2020) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama menyampaikan kondisi pariwisata terkini yang terdampak pandemi Corona atau COVID-19.

Wishnutama mengakui bahwa pariwisata memang sektor yang terkena dampak cukup parah akibat dari adanya pandemi COVID-19.

Wishnutama berpedoman pada data World Travel and Tourism Council (WTTC) yang mengungkapkan bahwa secara global, lebih dari 75 juta pekerja pariwisata dalam kondisi berisiko.

Selain itu, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) juga menyampaikan pariwisata internasional akan menurun sampai 70 persen apabila COVID-19 belum tuntas sampai September 2020.

Sedangkan untuk Indonesia, Wishnutama menjelaskan bahwa ada lebih dari 13 juta pekerja sektor pariwisata dan 32,5 juta pekerja yang secara tidak langsung terkait pariwisata, berisiko terimbas pandemi.

Hal ini terjadi karena hampir seluruh destinasi wisata ditutup guna mencegah penyebaran virus corona.

“Sebagai sektor padat karya, pariwisata adalah yang paling terpukul oleh krisis kesehatan ini,” ujarnya.

Selain itu, ribuan hotel, ratusan restoran dan agen travel juga sudah tutup. Industri penerbangan pun tak luput dari imbasnya, dimana ratusan pesawat akhirnya menganggur karena adanya batasan dalam mobilitas masyarakat.

Pemerintah tidak tinggal diam, melalui kebijakan stimulus ekonomi sebesar USD 24 juta, suntikan dana bantuan yang diberikan mencakup karyawan yang menganggur, keringanan pajak, restrukturisasi kredit, hingga jaringan pengaman.

Selain stimulus yang telah diberikan, Wishnutama menyampaikan, Kemenparekraf telah memberikan bantuan berupa sembako, perlengkapan kebersihan, dan sanitasi melalui Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) pada pekerja pariwisata.

Kemenparekraf juga melakukan kordinasi melalui program pelatihan secara online untuk meningkatkan keterampilan pekerja pariwisata yang terdampak pandemi, memberikan sosialiasi program pemerintah terkait physical disctancing, dan kerja sama dengan pihak hotel maupun dari pihak transportasi hingga agen travel untuk sama-sama menyediakan akomodasi antar jemput tenaga medis.

“Inisiatif ini merupakan contoh bagaimana sektor publik dan pariwisata bekerja sama dalam mitigasi dampak COVID-19. Saya yakin, kemitraan publik dengan swasta ini sejalan dengan langkah-langkah WTTC untuk mengurangi dampak krisis kesehatan global ini,” ungkap Wishnutama.

Wishnutama menyampaikan, saat ini Kemenparekraf masih mempersiapkan sejumlah protokol sebelum kegiatan pariwisata berjalan kembali. Wishnutama juga membeberkan mengenai sejumlah program dimana pariwisata akan disesuaikan dengan new normal.

Untuk protokolnya sendiri, Wishnutama menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali guna merumuskan dan menguji implementasinya. Provinsi Bali dipilih karena destinasi favorit wisatawan itu dianggap berhasil menangani pencegahan pandemi virus Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5B3EE8CA50191