Duet Maut Kades dan Oknum Perangkat Desa Kalisari Natar ,Diduga Kuasai Bumdes dan Dana Bansos Puluhan KPM Hingga Kegiatan Fiktif Ratusan Juta

 

Natar -Aroma banyaknya Korupsi dan pengelapan Uang Negara menyengat di Desa Kalisari.kecamatan Natar Lampung Selatan .Dana Desa hingga program bantuan Bansos seharus dapat mensejahterakan masyarakat namun diduga dijadikan ajang bancakan Kantong pribadi untuk memperkaya Oknum kepada Desa bersama kroni – kroni Perangkat melakukan ajang Korupsi berjamaah.

” Diduga Kades berserta oknum Perangkat di Desa Kalisari.Kecamatan Natar kerap menimbulkan berbagai Kontroversi yang terjadi membuat masyarakat banyak yang dirugikan ulah oknum – oknum perangkat kantor Desa Kalisari diduga kerap melibatkan Kades Sutikno.

Diketahui baru – baru ini Desa Kalisari Kecamatan Natar ,menjadi Sorotan publik dan Awak media yang mana adanya Dana Bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) .Beberapa keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama 4 (empat) Tahun dikuasai hingga diduga digelapkan oleh Dua Oknum Perangkat Desa Kalisari ,diduga kedua kedua pelaku menjabat sebagai Kaur pemerintahan berinisial I.S dan insial LN Oknum pengurus BUMDES yang diketahui berperan sebagai tukang gesek ATM milik Warga Penerima Bansos bahkan nama warga yang telah meninggal masih tercatat sebagai penerima bantuan.

“Parahnya lagi ,oknum Kades Kalisari Sutikno diduga selewangkan dana Bumdes Ketahanan Pangan hingga Ratusan Juta yang terendus kegiatan Bumdes yang dikuasai Kades Kalisari diduga Fiktif mencapai Rp 120 juta .

Sebagaimana yang tercantum dalam pagu dana desa 2024 untuk Desa Kalisari Kecamatan Natar mendapatkan pagu senilai 1.652.000.000,-.

Menurut sejumlah warga , penyelewengan dana terlihat dari realisasi bidang lumbung desa terkait penbangunan jalan usaha tani ( rabat beton ) senilai Rp 195.691.000,- ia mengatakan bahwa jalan rabat beton tersebut di bangun untuk dan oleh pihak pemerintah desa hanya sampai batas mushola sedangkan warga yang bekerja hanya mendapat upah Rp 10,000.000,- dan upah tetsebut di sepakati warga untuk di belikan tanah pemakaman umum .

Ketika di tanya tentang penanaman budi daya cabai dengan anggaran Rp 120.837.000,- warga lainnya mengungkapkan terkait bibit cabai tersebut dan pengelolaanya langsung di kendalikan oleh oknum Sekretaris Desa dan 2 orang RT sedangkan kami selaku warga desa dan kelompok tani tidak pernah di libatkan ” kami sebagai warga hanya di perankan sebagai penonton saja .ucapnya kepada wartawan.

Warga berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH ) beserta Inspektorat Lampung Selatan dapat mengusut banyak Kontroversi yang kerap terjadi di Desa Kalisari dugaan Pengelapan Dana Bansos Sejumlah Warga hingga Penyelewangan Dana Bumdes dan Kegiatan Fiktif diduga melibatkan Kades Kades Sutikno beserta Kloni – Kloni Aparatur Desa Kalisari.

Hingga berita diturunkan belum adanya tanggapan oknum kades Kalisari Kepada Wartawan.

Related posts
Tutup
Tutup