Natar – Pemerintah Indonesia menyediakan berbagai program bantuan sosial (bansos) yang bertujuan untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi Rakyatnya hingga Beragam program ini hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia kembali tercoreng.
“Seperti yang terjadi belum lama ini di Desa Kalisari kecamatan Natar kembali terendus selama empat (4) Tahun disinyalir adanya dugaan pengelapan Dana Bantuan Sosial (Bansos ) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diduga dilakukan oleh segelintir oknum – oknum Desa Kalisari .
Pasalnya,sejumlah warga menjadi terkejut dan merasa heran ternyata identitas data nama mereka masuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM) sejak beberapa Tahun lalu .
Ironisnya,beberapa nama – nama yang tercatat sebagai keluarga penerima bantuan tersebut tidak pernah mengetahui dan diberitahukan oleh oknum – oknum kantor desa diduga sengaja dapat mengelapkan dana bantuan tersebut untuk kepentingan pribadi bahkan nama warga yang telah meninggal dunia namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.
Warga menduga berjalan cukup lama adanya praktik pengelapan dan menguasai pencairan dana bantuan Bansos dugaan kuat Kartu ATM KPM ,dapat dicairkan tanpa sepengetahuan pemilik sah penerima bantuan yang mana salah satu warga mencoba melakukan pengecekan treck rekoct penarikan pencairan bantuan namun dirinya tidak pernah mengetahui sebagai keluarga penerima bantuan bansos.jadi dari dulu yang mengambil setiap pencairan penerima bantuan itu siapa ya ?? ucap merasa heran .
Situasi ini membuat warga resah dan merasa di bodohi sehingga kami mendesak untuk dinas terkait beserta aparat penegak hukum APH untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kejangalan data penerima bansos
“Kami hanya ingin hak kami diberikan . Kalau ada oknum yang bermain, harus diproses hukum,”
Sepertinya sangat menyakiti rasa keadilan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah tersebut.tutup salah satu warga .
Hingga berita ini di turunkan belum adanya konfirmasi pihak desa Kalisari kepada wartawan .(Red)





