Natar – Akibat lelet dan lambannya pelaksanaan perbaikan jalan proyek Tambal Sulam (Patching) oleh rekanan dari kontraktor ,CV Daenk Kobunm Kontruksi dan Konsultan CV Anugerah Perdana Konsultan.menyebabkan kerusakan dan lubang jalan menjadi maut yang menanti korban pengendara yang melintas di jalan Merak Batin hingga Kalisari kecamatan Natar .
“Kuat dugaan proyek pelaksanaan tambal sulam aspal jalan Merak Batin – Kalisari Kecamatan Natar disinyalir menjadi ajang lahan empuk korupsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan .
Pasalnya, Ini fenomena sangat aneh, selama 1 tahun ini Dinas pekerjaan Umum ( PU ), kabupaten Lampung Selatan selalu mengeluarkan anggaran yang sangat fantastis untuk pengerjaan proyek tambal sulam di lokasi jalan tersebut ,belum genap satu tahun ,sudah mengalami kerusakan yang diduga kemungkinan waktu pelaksana diduga kuat tidak sesuai RAP dan kurangnya pengawasan .
Kini kembali lagi perbaikan jalan proyek Tambal Sulam yang dilaksanakan sepanjang jalan poros Desa merak Batik – Kalisari kembali jadi bahan lelucon sekaligus keluhan serius masyarakat .bukan karena jalanya mulus ,melainkan karena tambal – sulam ala kadarnya yang setiap tahun seperti ritual wajib ,digali ,ditambal ,rusak lagi dan kembali ditambal bedanya,kalau puzzle makin lama makin rapi,tapi jalan ini justru makin amburadul .
Keluhan masyarakat dan pengendara penguna jalan pun sudah menumpuk seperti lubang – lubang di jalan bekas galian proyek tambal Sulam yang ada di sepanjang jalan Merak batin – Kalisari .Pengendara motor yang saban hari lewat jalur ini mengaku frustrasi, terkadang terperosok ke lubang dan nyaris patah shock bahkan terjatuh.
“Diketahui proyek tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan, Kegiatan : Penyelengaraan Jalan Kabupaten / Kota
Pekerjaan: Rekonstruksi Jalan Tambal Sulam dengan Nilai Kontrak: Rp. 3.333.879.020,00 Miliar di kerjakan oleh rekanan Kontraktor: CV. Daenk Kobum Konstruksidan konsultan: CV. Anugerah Perdana Konsultan kini mulai di kerjakan yang mana sebelumnya banyak dibkeluhkan warga dan pengguna jalan menjadi korban akibat pekerjaan proyek tersebut hingga banyak di beritakan di sejumlah media online.
Dikonfirmasi wartawan salah satu pengawas pelaksana proyek hingga kini belum memberikan keterangan nya ,membungkam saat di konfirmasi melalui via whatsap .(Red





