Proyek Tambal Sulam Sepanjang Jalan Desa  Merak Batin Hingga Desa Kalisari :CV .Daenk Kobum Kontruksi dan  Anugerah Perdana Konsultan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

Natar – Upaya pemerintah kabupaten Lampung Selatan memperbaiki poros jalan  di sepanjang jalan Desa Merak Batin  sitara hingga Tugu Jalan Desa Kalisari patut diapresiasi. Namun disayangkan proyek perbaikan sistem tambal sulam ini terkesan  mengancam keselamatan pengguna jalan khusus kendaraan bermotor.

Pasalnya.jalan yang sudah di keruk dilubangi dibiarkan sejak tanggal 27 Oktober 2025 hingga saat ini menimbulkan banyaknya keluhan warga dan pengguna kendaraan khusus penguna motor yang mana kondisi lubang bekas pengupasan aspal yang dibiarkan berlubang begitu saja terlalu lama dan kurangnya rambu – rambu hingga  penerangan yang memadai dan batu – batu berserakan di sepanjang jalan membuat sejumlah kendaraan bermotor terjatuh pada saat melintas pada malam hari .

Salah seorang pengendara roda dua, Pak Raysa (32) mengatakan, jika hal seperti ini dibiarkan akan membahayakan karena lubang yang menganga akibat pengerukan cukup dalam dibiarkan begitu saja sejak lama .

Menurutnya,  lubang yang sudah digali harus segera ditutupi lagi atau diaspal sehingga tidak mengancam keselamatan pengguna jalan bukan di biarkan saja seperti ini .

Dirinya berharap pemerintah dinas terkait dapat memberikan teguran keras hingga sangsi bagi Perusahaan yang bertanggung jawab atas pekerjaan proyek tersebut karena mengabaikan keselamatan pengguna jalan sudah berapa kendaraan yang terjatuh akibat pekerjaan tersebut dan para penguna motor yang menjadi korban bingung menibta tangung jawab siapa akibat lubang – lubang tersebut mengalami kecelakaan.tegasnya

Pengendara lainnya, Ida yang mana anak menjadi korban terjatuh hingga dua kali sangat menyesalkan pekerjaan proyek tambal sulam tersebut tidak cepat diselesaikan dan seharusnya proyek tambal sulam itu langsung dilakukan pengaspalan bukan pembiaran yang merugikan masyarakat.

Lanjutnya Ia menerangkan, dampak pengusapan jalan itu termasuk jalan perlintasan utama yang menjadi akses mobilitas masyarakat sehari-hari dan jika memasuki musim penghujan mengakibatkan lubang bekas pengupasan aspal tergenang air sehingga sering dihantam pengendara motor.

“Jika tidak sigap, maka pengendara motor tersebut bisa jatuh. Kalau pun belum bisa dilakukan pengaspalan kembali beri rambu rambu ada perbaikan menimbun lubang yang cukup dalam tersebut sehingga tidak ada korban kecelakaan,” terangnya.

Proyek tambal sulam yang seringkali dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan di sepanjang jalan Desa Merak batin  dan Desa Kalisari kecamatan Natar  dinilai tidak serta merta dapat menyelesaikan masalah, hanya akan menjadikan jalan raya bergelombang sehingga mengganggu kenyamanan pengendara.tutupnya kepada media (6/11/2025)

“Saat awak media meninjau  ke lokasi pengerjaan proyek terlihat fakta dilapangan pada tanggal (6/11/2025) sepanjang jalan lubang bekas digali dibiarkan berhari – hari tanpa segera di tambal dan  banyak genangan air di dalam bekas galian lubang .

Parahnya tidak  terlihat jalan tersebut  diberi papan pemberitahuan proyek dan pekerja di lokasi sepanjang jalan proyek tersebut.

Ditempat terpisah informasi yang didapat media Pekerjaan Proyek perbaikan  tambal Sulam  jalan poros sepanjang jalan desa Merak batin hingga tugu Desa Kalisari berasal dari sumber dana APBD anggaran tahun 2025 dengan pelaksana  Kontraktor CV Daenk Kobum Konstruksi dan Konsultan CV Anugrah Perdana Konsultan

Ditemui salah satu pekerja saat melintas di lokasi terangkan kepada media bahwa pengerjaan proyek tambal sulam tersebut belum dikerjakan hingga saat ini disebabkan belum adanya bahan matrial pengerjaan .

“Masih menunggu bahan matrial nya mas belum disediakan jadi belum di kerjakan  .ucapnya kepada media (red)

Related posts
Tutup
Tutup