Natar – Isu dugaan pungutan liar (pungli) iuran anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Natar Kabupaten Lampung Selatan menuai sorotan mulai dipertanyakan.
Pasalnya, Lika – liku berkedok iuran keperluan agenda kegiatan dan untuk kepentingan para anggota terkesan hanya menjadi ajang bisnis pungli untuk kepentingan pribadi oknum tertentu semata.
“Terbongkar nya pungutan tersebut dan mulai banyak dipertanyakan oleh sebagian anggota PGRI Natar yang mana pungutan iuran tersebut anggota dipungut mencapai Rp 30.0000 – per bulan sementara disetiap acara kegiatan anggota seperti Kepsek, Guru ASN, P3K dan guru honor dimintai pungutan kembali untuk membantu biaya distribusi acara dengan besaran bervariasi.
Menurut penjelasan Sumber yang tidak ingin disebut namanya jelaskan, selama ini semua guru sudah dipungut Rp 30 Ribu perbulan sedangkan jumlah guru mencapai ribuan yang ada di kecamatan Natar, Kok buat acara di pungut besaran yang bervariasi antara kepsek, guru ASN, P3K serta guru honor, dengan adanya pungutan tersebut dikabarkan sudah terkumpul dana mencapai Rp 80 juta an .
Lanjutnya ia berharap, kepada pengurus PGRI tidak mengambil kesempatan untuk melakukan pungutan liar (pungli), apalagi hari guru sudah lewat dan kondisi sekarang ini banyak guru sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Selain itu ia mewakili sejumlah guru yang saat ini telah pensiun mengutarakan keluhan dan mempertanyakan dana untuk guru pensiun dari PGRI yang selama ini diberikan sebesar 1.250.000,- tetapi sudah banyak guru yang pensiun belum diberi oleh PGRI Kecamatan Natar, kemana dana yang dipungut selama ini tutupnya kepada wartawan.
Saat dimintai tanggapannya,Ketua PGRI Kecamatan Natar Kusyoto saat di konfirmasi wartawan melalui via WhatsApp belum memberikan tanggapan.
“Baik mas jika perlu info lebih jelas dan lengkap bisa ketemu di kantor PC PGRI Natar hari jumat pagi jam 08.00, terimakasih konfirmasinya singkat kepada wartawan.(Red)





