Proyek Tambal Sulam di Desa Merak Batin dan Kalisari Terkesan Sebagai Ladang Basah Oknum Kontraktor Meraup Keuntungan Besar di keluhkan Warga

 

Natar : Proyek Tambal Sulam di jalan desa Merak Batin hingga desa Kalisari dinilai sebagai “ladang basah ‘bagi oknum kontraktor untuk meraup keuntungan besar dan Aroma pemborosan anggaran . dikabarkan banyaknya proyek yang dikerjakan CV Daenk Kobum Kontruksi dan CV Anugerah Perdana Konsultan diduga tidak memasang Papan informasi proyek hingga abaikan keselamatan kendaraan pengguna jalan yang di kerjakan di sepanjang jalan poros Merak Batik hingga tugu kaliasin Desa Kalisari ternyata memakan biaya anggaran Fantastis mencapai miliaran,justru menuai sorotan tajam kecurigaan publik dugaan indikasi pemborong anggaran dan banyak keluhan warga.

 

“Diketahui,proyek tambal sulam yang berada di sepanjang jalan poros desa Merak batin hingga desa Kalisari kecamatan Natar baru – baru ini banyak menuai keluhan warga dan pengguna jalan yang telah menjadi korban kecelakaan usai pengalian lubang sejumlah titik jalan yang dibiarkan begitu saja oleh pekerja proyek.

 

Usut punya usut terendus proyek tambal Sulam tersebut menelan anggaran mencapai 3 miliar yang hingga saat ini di biarkan begitu saja menimbulkan banyak kendaraan bermotor menjadi korban terjatuh akibat lubang – lubang di sejumlah jalan proyek tersebut tidak hanya itu dugaan belum dilaksanakan penambalan sulam meski banyak lubang – lubang di sepanjang jalan proyek disebabkan banyaknya Proyek pengerjaan yang di kerjakan oleh CV Daenk Kobum Kontruksi dan CV Anugerah Perdana Konsultan di wilayah kecamatan Natar .

 

Dari informasi yang dapat di peroleh awak media CV Daenk Kobum Kontruksi dan CV Anugerah Perdana Konsultan mendapatkan proyek perbaikan jalan di sejumlah desa kecamatan Natar diantaranya jalan Desa Merak Batin – Batin .jalan Desa Krawangsari dan Desa Umbul Kates Desa Tanjung Sari kecamatan Natar .

 

Fakta di lapangan menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa proyek ini dikerjakan dengan kualitas ‘asal jadi’ dan terkesan hanya formalitas untuk menghabiskan anggaran. Bagaimana tidak, dana sebesar itu diduga hanya dipakai untuk menambal hanya 6 titik lubang pada jalan semenisasi tersebut.

Ditempat berbeda sumber lain yang tidak ingin disebut nama nya, nilai proyek tambal sulam tersebut yang mencapai dana anggaran hingga sebesar 3 Miliar , saya rasa sangat tidak masuk akal dengan volume pekerjaan yang hanya menambal beberapa lubang . Apakah anggaran sebegitu borosnya, hanya untuk pekerjaan seperti ini?” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, (6/11/2025)

 

Sebelumnya baru berapa bulan lalu di jalan poros desa Merak batin hingga desa Kalisari melakukan pengerjaan proyek ‘Tambal Sulam jalan hanya bertahan beberapa bulan saja hancur kembali dan kini proyek tambal sulam jalan di lokasi tersebut dengan nilai terbilang sangat besar mencapai 3 Miliar diduga kuat hanya modus Pemborosan APBD saja !

Lebih dari sekadar persoalan teknis, fenomena ‘proyek tambal sulam di jalan Desa Merak Batik dan Desa Kalisari ’ dinilai sebagai ‘ladang basah’ bagi oknum kontraktor untuk meraup keuntungan besar. Hal ini secara telanjang memperlihatkan lemahnya, bahkan hilangnya, fungsi pengawasan dari pihak terkait di Kabupaten Lampung Selatan .

“Ini memboroskan anggaran perbaikan atau untuk perawatan jalan rusak yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pekerjaan infrastruktur jalan dalam jangka panjang yang jauh lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat,” hanya di jadikan ladang empuk memperkaya sejumlah oknum tertentu dalih proyek perbaikan jalan berlindung di balik dokumen perusahaan.tutupnya

 

“Diberitakan sebelumnya,Proyek Tambal Sulam Di jalan sitara dusun Tanjung Senang Merakbatin Hingga Tugu Kaliasin desa KalisarinYang Dikerjakan
CV. Daenk Kobum Kontruksi dan Anugerah Perdana Konsultan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan.

Upaya pemerintah kabupaten Lampung Selatan memperbaiki jalan poros di sepanjang jalan sitara dusun Tanjung Senang Merakbatin hingga Tugu Jalan Kaliasin Desa Kalisari patut diapresiasi. Namun disayangkan proyek perbaikan sistem tambal sulam ini terkesan bisa mengancam keselamatan pengguna jalan khusus kendaraan bermotor.

Pasalnya jalan yang sudah di keruk dilubangi dan digali disisi jalan dibiarkan sejak tanggal 27 Oktober 2025 hingga saat ini, dan menimbulkan banyaknya keluhan warga dan pengguna kendaraan, khusus penguna motor yang mana kondisi lubang bekas pengupasan aspal dibiarkan berlubang begitu saja terlalu lama dan kurangnya rambu – rambu hingga penerangan yang memadai, belum lagi batu – batu berserakan di sepanjang jalan membuat sejumlah kendaraan bermotor terjatuh pada saat melintas pada malam hari .

Salah seorang pengendara kendaraan roda dua, Pak Raysa (32) mengatakan, jika hal seperti ini dibiarkan akan membahayakan karena lubang yang menganga akibat pengerukan cukup dalam dibiarkan begitu saja sejak lama, apalagi ada galian yang banyak dilintasi anak sekolah.

Menurutnya, lubang yang sudah digali harus segera ditutupi lagi atau diaspal sehingga tidak mengancam keselamatan pengguna jalan bukan di biarkan saja seperti ini .

Dia berharap pemerintah khususnya dinas terkait dapat memberikan teguran keras hingga sangsi bagi Perusahaan yang bertanggung jawab atas pekerjaan proyek tersebut karena mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Sudah berapa kendaraan yang terjatuh akibat pekerjaan tersebut dan para penguna motor yang menjadi korban bingung menibta tangung jawab siapa akibat lubang – lubang tersebut mengalami kecelakaan tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum adanya tanggapan salah satu pengawas pelaksana proyek saat di konfirmasi melalui via WhatsApp.(Red)

Related posts
Tutup
Tutup